Wabup Suyono: Publikasi Seni Teater di Batang Kurang Optimal

  Sabtu, 05 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Wakil Bupati (Wabup) Suyono usai membuka Festival Drama Pelajar se-Kabupaten Batang di Gedung Wanita, Jumat (4/10/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Jumlah pementas seni teater di Kabupaten Batang tidak sedikit, bahkan kerap sekali digelar di kalangan pelajar.

"Festival drama pelajar tentunya harus terus kreatif dan berinovasi untuk dieksplor lebih luas. Tentu saja drama yang mengedukasi dan di Batang cukup baik seni teaternya hanya saja belum optimal dipublikasikan," kata Wakil Bupati (Wabup) Suyono, usai membuka Festival Drama Pelajar se-Kabupaten Batang di Gedung Wanita, Jumat (4/10/2019).

Dikatakan, seni teater merupakan seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting para pemainnya. Anak - anak pelajar masih mencari jati diri.

Maka, lanjut Suyono, dengan seni bisa berkarakter, dan memiliki cara berpikir yang baik.

"Oleh  karena itu, Pemkab wajib mendukung kegitan ini, karena bagian dari edukasi yang berkelanjutan dan berkarakter serta memiliki cara pikir yang baik bagi anak, terutama pelajar," jelasnya.

Suyono juga meminta agar seni drama ini ditekuni, karena dengan teater anak  akan  terbentuk jiwa yang tangguh dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

"Jadikanlah jiwa percaya diri menjadi power positif, karena akan menjadi kekuatan luar biasa untuk menjawab cita. Menjadi orang sukses karena ada proses dan progres," Kata Suyono.

Ketua panitia kegiatan,  Achmad Saiful Muluq menjelaskan, kegiatan akan berlangsung di Gedung Wanita selama  tiga hari  dimulai 4-6 Oktober 2019.

Adapun peserta sebanyak 16 teater yang mementaskan, “Dukun-Dukunan” teater Alif, “kampung Kardus” teater Tenda  “Dukun-dukunan” teater Sigma “malam Jahanam” teater Langit, “becik nitik Ala Pilara” teater TanggaA, “Nenek Teater”teater Sabda, “kampung kardus” teater Detak “patung dan Ayam'' teater Babad, “dukun-dukunan” teater Zigot,“Klop” teater Undercover,“dukun-dukunan” teater Mendung, “Klop” teater Ilalang Sakti, “dukun-dukunan” teater Nol “Maling” teater Lentera, “Maling” teater Pari “orang Kasar” teater Masih. Untuk malam penganugerahan akan dimeriahkan teater SandilaraA dari Surakarta dengan Iakon “Dom”.(Dwi Ariadi) 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->