Pemkab Batang Serius Garap Cagar Budaya

  Selasa, 08 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Bupati Wihaji didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Achmad Thofik menyerahkan SK Benda Cagar Budaya kepada pelestari cagar budaya.

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM - Sejarah peradaban yang sudah cukup tua di wilayah Kabupaten Batang telah banyak peninggalan peradaban yang bisa dijadikan wisata cagar budaya.

Hal itu berpotensi untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022, Batang sebagai Heaven Of Asia. \"Peninggalan peradaban dari Dinasti Syailendra, peninggalan tersebut akan kita inventarisasi dan dikemas dengan wisata,\" kata Bupati Batang Wihaji usai kegiatan pelestarian cagar budaya dan penghargaan para pelestari budaya di Aula Kantor Bupati, Senin ( 7/10/2019).

Menurut Wihaji, wisatawan mancanegara lebih senang dengan wisata budaya, sejarah dan peradaban. Karena itu, pihaknya akan lebih memprioritaskan Desa Silurah untuk dikemas menjadi wisata budaya.

AYO BACA : Wabup Suyono: Publikasi Seni Teater di Batang Kurang Optimal

\"Ada yang menarik dari Desa Silurah dari peninggalan patung ganesa dan arca, tidak kalah menariknya kultur masyarakat yang masih nguri-uri tradisi dan badaya lokal yang menjadi kearifan lokal sangat menarik,\" papar Wihaji.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyadari keterbatasan keuangan Pemkab masih banyak benda cagar budaya belum ditempatkan secara layak.

Hal itulah yang menjadi permasalahan untuk dicarikan jalan solusinya.
\"Memang ada permalasahan tentang benda cagar budaya, yakni pembiayaan dan kewenangannya yang harus dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Balai Pelestarian Cagar Budaya,\" jelas Wihaji.

AYO BACA : Usai Kalahkan PSGC, Persibat Batang Menjauh dari Zona Degradasi

Menyinggung tentang penemuan candi yang ada di Cagar Budaya Balai Kambang, Kecamatan Gringsing, Bupati terus melakukan kordinasi dan bersinergi agar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa dijadikan wisata budaya peradaban.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Thofik mengatakan, benda cagar budaya di Kabupaten Batang yang telah ditemukan sebanyak 30 benda berupa batu, wajan raksasa, yoni dan arca.

Dari jumlah tersebut, yang sudah ditetapkan dan di-SK-kan oleh Bupati sebanyak 20 buah, sementara yang 20 lainnya masih dalam proses kajian.

\"Dari 20 cagar budaya yang sudah kita SK-kan, sudah ada 5 orang sudah kita tetapkan sebagai pelestari karena dedikasinya melestarikan benda cagar budaya,\" kata Achmad Thofik.

Dijelaskan juga pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Disdikbud Provinsi untuk menelusuri benda cagar budaya, seperti penemuan benda cagar budaya yang berada di balai Kambang.

\"Benda cagar budaya yang sudah kita temukan sebagian disimpan di Kantor Disdikbud dan ada yang disimpan oleh orang yang melestarikan,\" tutupnya.

AYO BACA : Pemkab Batang Tambah Videotron untuk Layanan Informasi Publik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->