Apel Siaga Bencana Digelar, Berikut Peta Daerah Rawan di Batang

  Rabu, 08 Januari 2020   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji mengecek alat kelengkapan dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam di Jl. Veteran Batang, Rabu (8/1/2019).

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Pemkab Batang menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam di Jalan Veteran Batang, Rabu (8/1/2019).

Apel diikuti oleh pasukan gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Ormas. Berbagai sarana dan prasarana pendukung operasi SAR juga ikut digelar.  

Bupati Batang Wihaji yang menjadi pembina apel mengatakan, musim penghujan di Tanah Air kerap diiringi dengan berbagai peristiwa bencana hidrometeorologi.

"Bencana tersebut terkait dengan perubahan cuaca dan curah hujan. Mulai dari angin ribut, banjir hingga longsor, dan bencana tersebut sudah terjadi di Batang," kata Wihaji.

Bupati juga mengapresiasi TNI dan Polri bersama relawan yang cepat, sigap dan tanggap dalam membantu  bencana di berbagai desa di Kabupaten Batang.

"Apel merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita dalam mitigasi maupun penanggulangan bencana secara formal. Akan tetapi ada bencana maupun tidak rrlaean tetap siaga dan siap," jelas Wihaji.

Menurut Wihaji, Pemerintah telah mengintruksikan untuk siap dan siaga serta  mengalokasikan anggaran tidak terduga untuk penanganan bencana.

Dijelaskan, ada beberapa titik rawan brncana yang biasa terjadi di setiap tahun, seperti wilayah Batang pantura bencana banjir, wliayah Batang selatan  longsor dan sudah ada beberapa  kejadian.

"Saya harap bencana yang sudah terjadi di Batang tidak terjadi lagi, oleh karena itu agar terhindar dari bencana kita harus bersahabat dengan alam, jaga lingkungan dan jangan buang samapah sembarangan," jelasnya.

Wihaji menegaskan, mitigasi dan membuka posko menjadi kewajiban Pemkab  untuk siap siaga antisipasi bencana.

"Kita harus belajar dari dari kejadian bencana dari tahun lalu sebagai pengalaman dalam penanganan  dan evakuasi korban lebih lebih cepat dan lebih baik. Hal ini untuk meminimlisir korban nyawa dan material," pinta Wihaji

Keplaa BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi melalui Sekretarisnya Slamet Maktub mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan tugas relawan ketika terjadi bencana di masing - masing wilayah kecamatan.

"Sesuai dengan SK Bupati Batang mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Maret masing - masing kecamatan membuka posko bencana 24 jam," jelasnya.

Adpun potensi kerawnanan bencana di Kabupaten Batang, seperti daerah atas atau Batang Selatan potensi bencana longsor yakni kecamatan Bawang, Blado, Reban, Limpung dan Bandar.

"Daerah rawan banjir di wilayah Batang kota, Kecamatan Tulis, Kandeman, Gringsing, Subah dan Banyuputih," katanya.

Di musim penghujan tahun 2020 kejadian bencana yang sudah masuk dalam data BPBD ada tiga bencana alam seperti banjir, dan longsor.

"Bencana longsor terjadi di Desa Purbo, Desa Pranten Kecamatan Bawang, Desa Gringgingsari Kecamatan Wonotunggal, Desa Wanar Tersono, Desa Ngadirejo Kecamatan Reban,,"jelas Slamet Maktub.(Dwi Ariadi) 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar