Masalah Ekonomi Rumah Tangga Faktor Dominan Perceraian di Semarang

  Jumat, 10 Januari 2020   Abdul Arif
[Ilustrasi] perceraian. (pixabay)

NGALIYAN, AYOBATANG.COM -- Pengadilan Agama IA Kota Semarang mencatat sebanyak 3.876 kasus perceraian yang berhasil diputuskan selama 2019.

Terhitung pula ada 2.337 gugatan perceraian yang diajukan istri. Sementara permohonan perceraian yang diajukan pihak suami atau cerai talak hanya berjumlah 324.

AYO BACA : Program I.000 Wirausaha Sasar Latihan Menjahit dan Tata Boga

\"Penyebab perceraian paling banyak yaitu persoalan ekonomi rumah tangga. Selain itu, kasus perceraian tersebut juga dipicu masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), murtad atau pindah agama, poligami liar, judi, madat, dan perzinahan,\" ujar Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Semarang Tazkiyaturrobihah, Jumat (10/1/2020).

Tazkiyaturrobihah menambahkan, jika saat ini terjadi peningkatan kasus perceraian di Semarang. Terhitung pada tahun 2017, kasus perceraian yang masuk mencapai 3.225 pasangan. Tahun 2018 meningkat jadi 3.534 kasus. Kembali naik di tahun 2019 menjadi 3.821 kasus yang didaftarkan.

AYO BACA : Puting Beliung Terjang Pantai Celong Batang, Lima Warung Hancur

\"Kenapa tahun ini yang didaftarkan dengan yang diputuskan lebih banyak, karena karena masih ada tanggungan untuk memutus perkara yang didaftar tahun sebelumnya,\" tambahnya.

Ia pun merinci, jika pada tahun 2017 masih ada sisa perkara yang belum bisa diputus sebanyak 808. Kemudian untuk tahun 2018 masih sisa 681 perkara. Lalu di tahun ini, 2019, hanya sisa 625 perkara.

\"Kami sudah melakukan berbagai upaya seperti edukasi, mediasi yang berkelanjutan untuk menyarankan para pendaftar perceraian ini supaya mempertahankan rumah tangga mereka. Namun kembali lagi, itu menjadi hak penggugat,\" katanya.

AYO BACA : Cek Kolam Retensi, Ganjar Ingatkan Ini pada Pemkot Tegal

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar