Warga Adukan Pungli E-KTP, Bupati Wihaji Marah saat Sidak Disdukcapil

  Senin, 13 Januari 2020   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Senin (13/1/2020).

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Bupati Batang Wihaji tampak geram ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Senin (13/1/2020).

\"Masyarakat marah ketika membayar cetak E-KTP  dan ini berdasarkan aduan masyarakat. Saya marah, tidak boleh itu, saya cari orangnya yang melakukan pungli,\" kata  Wihaji.

Dalam kesempatan itu, Wihaji menegaskan, jangan ada perbedaan dalam pelayanan.

AYO BACA : Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Tegal Belum Temukan Titik Terang

\"Persepsi masyarakat pengurusan e-KTP bertele - tele, setelah kita rapatkan terurai permasalahan dan terjadi di setiap Kabupaten dan kota. Karena antara permintaan pendaftar e-KTP yang dicetak jauh,\" katanya.

Dijelaskan pula, Pemkab Batang setial bulan hanya mendapatkan 2 ribu blangko setiap bulan sementara pemohon sampai 20 ribu. Sementara  tahun 2019 masih kekurangan cetak 19 ribu.

\"Pemkab akan melayangkan surat ke Pemerintah pusat untuk menerbitkan regulasi agar diberikan kewenangan untuk membeli blanko sendiri, hanya butuh anggaran Rp 800 juta untuk membeli blanko karena ini menjadi kebutuhan dasar administrasi kependudukan warga Batang dan e-KTP itu wajib,,\" jelasnya.

AYO BACA : Terlilit Utang, Pria Ini Nekat Bobol ATM

Wihaji juga akan potong potensi-potensi penyalahgunaan administarsi kependudukan atau pungli, sehingga regulasinya objektif transparan dan masyarakat bisa melihat dan membandingkan dengan daerah lain.

Kepala Disdukcapil, Abdurahman menjelaskan, jumlah akumulasi surat keterangan (suket) belum tercetak e-KTP tahun 2019 sebanyak 76.693 pemohon.
\"Sampai bulan Desember 2019 sampai sekarang suket yang belum tercetak sebanyak 55.665 pemohon e-KTP,\" jelasnya.

Abdurahman juga mengatakan persoalan ini memang terjadi di semua daerah.

\"Tidak hanya di Batang saja karena jumlah pemohon dengan penerimaan blanko dari Pemerintah pusat tidak sebanding dengan pemohon e-KTP,\" katanya.

AYO BACA : BPBD Batang Buka Posko 24 Jam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar