Terbentur Aturan Kemendagri, TPP ASN Batang Batal Naik

  Sabtu, 01 Februari 2020   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji menyerahkan Surat Keputusan Pensiun Kepada Sejumlah ASN Pemkab Batang yang sudah memasuki purnatugas, Jumaat ( 31/1/2020).

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Rencana Pemkab Batang menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP) bagiĀ  Aparatur Sipil Negara (ASN) ditunda.

Pasalnya, kenaikan tersebut dilarangĀ  oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk tahun 2020.

"Sekarang menaikkan TPP harus mendapat persetujuan Kemendagri. Kita sudah mengajukan tapi dilarang menaikkan melebihi tahun 2019," jelas Bupati Wihaji, Jumat (31/1/2020).

Dikatakan oleh Wihaji, pihaknya sudah menghitung - hitung berapa kelayakan kenaikan TPP namun karena aturan Kemendagri yang memaksimalkan TPP 2019 menjadi dasar Tahun 2020.

"Semangat kita menikkan TPP agar kinerja kita naik tentunya kesejahteraan juga ikut naik," jelas Wihaji.

Adapun yang diperbolehkan naik yakni Inspektorat, karena berkenaan dengan kinerja yang memeriksa ASN.

Bupati Wihaji selaku pembina kepegawaian berharap kinerja ASN di Pemkab bertambah baik yang juga akan memberikan reward dan punishment.

"Saya akan lebih tegas kepada ASN yang kinerjanya kurang baik dan ini berlaku di semua jajaran lingkungan Pemkab dengan mendapatkan hukuman," kata Wihaji.

Tidak hanya itu, Wihaji juga mewacanakan akan memberikan reward tahunan, hal ini sedang dirumuskan regulasinya, bagi ASN yang mampu berinovasi dalam pelayanan publik juga diapresiasi untuk mendapatkan rewards.

Kepala Bagian Hums Setda Batang Triossy Juniarto mengatakan penundaan kenikan TPP dikarenakan menunggu regulasi tunjungan kinerja dari Kemendagri, yang rencanaya regulasi tersebut akan turun di tahun 2021.

"TPP saat ini untuk eselon II.a sebesar Rp15 juta, eselon II.b Rp9 juta, jabatan tinggi kepala OPD eselon II. b Rp 7,5 juta Jabatan administratur pengguna anggaran eselon III.a Rp6 juta. Jabatan administratur bukan pengguna anggaran III.a Rp5 juta, eselon III.b Rp3.750.000 juta , eselon IV.a Rp3 juta, eselon IV.b Rp2.250.000," jelas Triossy Juniarto. (Dwi Ariadi)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar