Hasil Panen Bawang Putih di Batang Belum Bisa Dipasarkan

  Selasa, 11 Februari 2020   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji bersama Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu dan Kepala Dinas Pertanian saat panen raya pada tahun 2019 lalu.(dok)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Kendati di Kabupaten Batang memiliki sekitar 275 hektare tanaman bawang putih, namun belum mampu menekan kenaikan harga tanaman hortikultura tersebut. 

Padahal,  di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Batang kenaikannya sudah mencapai Rp 55 Ribu sampai Rp 60 Ribu per kilogram.

Kepala Bidang tanaman hortikultura Dinas Pangan dan Pertanian  Budi Setiawan menjelaskan,  untuk komoditas bawang putih terjadi kenaikan harga secara nasional, tak terkecuali di Kabupaten Batang.

"Di Kabupaten Batang komoditas tanaman bawang putih memiliki luasan 275 hektare yang ditanam pada tahun 2019, namun demikian belum bisa menekan harga." kata Budi Setiawan, Selasa, (11/2/2020).

Ia juga mejelaskan, di samping belum memasuki masa panen, tanaman tersebut juga diproyeksiKan sebagai benih untuk swasembada pangan tahun 2021, sehingga belum ke arah untuk konsumsi. 

"Dimungkinkan tanaman bawang putih memasuki masa panen  raya di bulan Maret  dan April 2020, sebenarnya bisa menolong kenaikan harga, tetapi kita masih menunggu instruksi apakah bisa untuk konsumsi dengan adanya kenaikan harga," kata Budi Setiawan

Di tahun 2020, luasan tanaman bawang putih ada penambahan sebanyak 200 hektare dimungkinkan panen tahun 2021. Sesuai instruksi Kementerian Pertanian baru bisa untuk konsumsi. 

"Komuditas tanaman bawang putih sebagian besar di Kecamatan Bawang, Kecamatan Reban ada 10 hektare. Di Desa Gerlang Kecamatan Blado ada 22 hektare.

"Untuk target Dinas Pangan Dan Pertanian Kabupaten Batang 7 ton per hektare sedangkan target Kementerian Pertanian 6 ton per hektare," jelasnya.

Target bisa  terpenuhi, lanjut Budi Setiawan, andai saja tidak ada tidak terkena penyakit dan tidak ada hujan badai. 

Terpisah Bupati Batang Wihaji mengatakan,  Di Kabupaten Batang memang diproyeksikan sebagai sentra tanaman bawang putih.

"Semoga dengan terus menambah lahan tanaman bawang putih ini, ke depan pemerintah bisa mampu swasembada pangan, khusus bawang putih," katanya.

Wihaji juga berharap kepada kepada petani Batang terutama daerah dataran tinggi seperti Bawang, Tebak dan Blado. 

"Kecamatan Bawang memiliki sukses history dalam tanaman bawang putih, oleh karena itu harus ada regenerasi petani yang melanjutkan suksesnya, sehingga bisa swasembada pangan sekaligus sebagai antisipasi permasalahan yang sama tentang kenaikan harga dengan produk bawang lokal," kata Bupati Wihaji.

Dikatakan. Pemkab Batang terus mensupport petani, kalau memang ada kesulitan dalam pembudidayaan tanaman baik bibit maupun permasalahan hama, Dinas Pertanian siap membantu dan mendampingi petani.

Apalagi, lanjut Bupati, stok dan kebutuhan bawang putih di Indonesia sangat kurang, sehingga sangat tergantung sekali pada impor.(Dwi Ariadi) 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar