Kepala Rutan Batang Beberkan Alasan Larangan Bawa Makanan dari Luar

  Kamis, 13 Februari 2020   Arie Widiarto
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rowobelang Batang, Rindra Wardana di depan Koperasi Rutan Batang. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Kepala Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rowobelang Batang, Rindra Wardana mengaku, disemprot pimpinan Kepala Kanwil Kemenkumhan Jawa Tengah. 

Hal tersebut disampaikan saat coffe morning dengan wartawan yang berlangsung, pada Kamis (13/2/2020). 

"Atas pemberitaan larangan pengunjung membawa makanan berupa sembako dari luar di media masa, saya disemprot pimpinan," katanya 

Rindra Wardana menjelaskan, bahwa dirinya tidak menyalahkan wartawan yang menulisnya, namun akan lebih introspeksi dan lebih banyak membaca dan belajar lagi.  

"Saya tidak menyalahkan wartawan tapi saya harus banyak belajar," katanya. 
 
Larangan tersebut memang sudah di berlakulah menyeluruh secara nasional, dalam transaksinya pun dilakukan secara non tunai dengan bekerja sama Bank BUMN.  

Hal ini dilakukan sebagai langkah meminimalisir adanya barang - barang yang diselundupkan oleh pengunjung.  

"kita memang tidak punya alat deteksi atau x-ray sehingga serba manual. Dengan belanja di koperasi rutan untuk memangkas pemeriksaan. Dengan harapan waktu berkunjung lebih banyak berkumpul dengan keluarga," jelasnya 

Larangan tersebut juga sudah sesuai dengan regulasi KUHP dan Permen No 06 tahun 2013 lanjutnya. Namun, juga tidak menutup kemungkinan akan ada kerjasma dengan warga sekitar rutan untuk menitipkan barang dagangya di Koperasi. 

"Bagaimana pun Keberadaan rutan Tidak bisa luput dari masyarakat sekitar, sehingga akan kita pikirkan," katanya.  

Diharapkan juga oleh Kepala Rutan Kelas II B Batang, adanya kerjasama dengan para wartawan untuk menyampaikan hal - hal yang sebenarnya dilakukan di Rutan. 

Sementara penghuni Rutan Rowobelang, Mustofa mengakui, tidak ada kendala maupun keluhan dari keluarga atas diberlakukanya larangan membawa sembako dari luar. 

"Untuk sementara ini tidak ada keluahan dari warga binaan maupun pihak keluaraga, Transaksinya juga juga non tunai menggunakan kartu elektronik dari bank BUMN," jelasnya.

Peratuan larangan tersebut dan belanja non tunai lanjutnya, sudah berlangsung sejak dirinya masuk ke rumah tahun 2018 silam dan dimungkinkan sudah berlangsung lama.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar