Perusahaan Jepang Tidak Puas Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia

  Jumat, 21 Februari 2020   Adi Ginanjar Maulana
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

JAKARTA, AYOBATANG.COM -- Menurut survei yang dilakukan oleh Japan External Trade Organization (JETRO), 55,8 persen perusahaan Jepang menyatakan ketidakpuasannya terhadap produktivitas tenaga kerja Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam rapat konsolidasi dengan kepala dinas ketenagakerjaan tingkat provinsi se-Indonesia. Menurut Ida, perusahaan Jepang itu merasa upah minimum yang dibayarkan tidak sesuai dengan hasil kinerja.

"Untuk Itu, perusahaan Jepang berharap agar pemerintah Indonesia bisa melakukan pengendalian upah minimum," kata Ida di kawasan Setidbudi, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2020).

Tingkat ketidakpuasan tersebut, lanjutnya, jauh lebih tinggi dari rerata negara-negara di Asia Tenggara yang hanya 30,6 persen. Bahkan tingkat ketidakpuasan Kamboja masih di atas Indonesia dengan 54,6 persen.

Selama periode 2015-2019, kenaikan upah di Indonesia pada sektor manufaktur mencapai US$ 98. Sedangkan Vietnam hanya US$ 51. Sementara dengan upah yang naik, tingkat produktivitas Indonesia hanya tercatat 74,4 persen dibanding Vietnam yang mencapai 80 persen.

"Untuk itu, kenaikan upah minimum yang sudah terjadi dalam 5 tahun terakhir harus memperhatikan dampak keberlangsungan manufaktur dan lapangan kerja. Ketika upah minimum provinsi terus naik, maka akan mempengaruhi kenaikan biaya operasional perusahaan dan pada akhirnya akan mendorong perusahan mengurangi jumlah pekerja," jelasnya.

Oleh karena itu, Ida berpendapat, diperlukan penataan ulang ketentuan ketenagakerjaan melalui Omnibus Law Cipta Kerja. Aturan itu nantinya berfokus pada upaya penciptaaan lapangan kerja yang seluas-luasnya dengan tetap menjaga perlindungan bagi pekerja.

"Suasana hubungan industrial yang harmonis dan dinamis harus tetap dijaga agar kelangsungan bekerja dan kelangsungan usaha tetap dapat berjalan," ungkap Ida.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar