KIT Batang Memasuki Tahapan Pembuatan Master Plan

  Rabu, 08 Juli 2020   Muslihun
Bupati Batang Wihaji didampingi kepala OPD rapat secara online dengan sejumlah Kementerian, BKPM, BUMN dan Pemerintah Provinsi Jateng. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dipilih pemerintah untuk menyambut relokasi investasi asing. 

Seminggu setelah kunjungan Presiden Joko Widodo, progres KIT Batang memasuki tahapan persiapan master plan. 

Sejumlah Kementrian, BUMN, BKPM, Pemprov Jateng, dan Pemkab Batang secara maraton terus lakukan percepatan sesuai tugas dan fungsinya, karena batasan waktu persiapanya di 2021 segara dimulai pembanguanya. 

"Pemkab terus berkoordknasi dengan kementerian terkait, karena ini perintah Presiden. Progres saat ini sudah masuk dalam tahapan pembuatan master plan," Kata Bupati Batang Wihaji usai rapat dengan sejumlah Kementerian secara online, Rabu (8/7/2020). 

Dalam rapat tersebut dijelaskan, untuk awal pembangunan dari luasan tanah milik PTPN 9 disiapkan sebesar 4.000 hektar, Namun sementara untuk percepatan kawasan industri akan dikembangkan seluas 450 hektar. 

"Dari 450 hektar nanti dibagi sesuai zona berdasarkan klater investor, seperti Klaster Amerika, Jepang, Thaiwan, Korea dan Cina,  hal tersebut untuk mengetahui pendistribusian energi listrilnya, air, gas dan lainya," jelas Wihaji 

Ia juga menyampakian terkait ijin analisis dampak lingkungan (Amdal) KIT Batang tidak ada masalah sepanjang semunya sesuai kultur dan aturan. 

"Amdal saya rasa sambil jalan, dalam waktu kurang dari enam bulan sudah bisa selesai," kata Wihaji. 

Memang KIT Batang merupakan kawasan Industri baru, oleh Pemerintah pusat diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengundang banyak investor. 

"3 investor asing sudah pasti di KIT Batang. Katanya relokasi dari Thiongkok seperti dalam Pidato Presiden Joko Widodo diantaranya LG, Panasonic dan tidak menutup kemungkinan juga ada Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN)," jelas Wihaji. 

Bupati juga mengungkapkan, tugas pemerintah daerah melayani perijinan untuk mempercepat dan mempermudah investor. 

"KIT Batang diharapkan bisa berkontribusi bagi Bangsa dan Negera, maka kita harus melayani dengan baik. Maka harus memiliki sesuatu yang berbeda dengan kawasan industri lainya,"Jelas Wihaji 

Ia pun meminta kepada pemerintah pusat agar tidak meninggalkan masyarakat lokal. 

"Saya minta keterlibatan masyarakat lokal dalam pekerjaan pembangunan dan paska dan termasuk pengalolaanya," pintanya 

Keberadaan KIT Batang bukan menjadi kompetitor kawasan industri daerah lainya, lanjutnya.  

"Kita tidak usah bertengkar dengan kawasan industri daerah lain, kita saling support saja. Terpenting saling memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Wihaji. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar