New Normal, 28 Ponpes di Batang Mulai Pembelajaran

  Rabu, 08 Juli 2020   Muslihun
Santri Ponpes Al Munawwir Gringsing saat mengikutu sosialisasi new normal bekerja sama dengan Puskesmas Gringsing. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Bupati Batang Wihaji telah mengeluarkan ketentuan pembelajaran di pondok pesantren (ponpes). 

Dalam surat edaran bernomor 450/1078/2020 disebutkan bahwa Ponpes yang berada di luar zona merah diperbolehkan menggelar pembelajaran kembali. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang KH Zainul Iroqi meyambut baik dikeluarkanya surat ederan bupati tentang new noraml di Ponpes. 

"Alhamdulilah new normal ponpes sudah mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah, karantina, pake masker, jaga jarak dan sudah membentuk satgas Covid-19," Kata KH Zainul Iroqi, Rabu (8/7/2020).

Ponpes juga bekerjasama dengan Puskesmas setempat, serta membatasi pengunjung ponpes agar tidak berkintak dengan orang luar. 

"Sejunlah ponpes di Batang sudah mulai aktif, santri datang secera bergilir sejak satu minggu yang lalu," jelas KH Zainul Iroqi. 

Sementara, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Batang, Sugi Edi menjelaskan, Batang tidak ada ponpes yang masuk dalam zona merah. Sehingga 28 ponpes akan tetap menggelar pendidikan. 

"Alhamdulillah semua pesantren di Batang tidak masuk zona merah. Kalaupun ada itu sudah di awal-awal lalu. Dan sekarang sudah dinyatakan tidak masuk zona merah. Bahkan beberapa sudah ada yang memulai pembelajaran, khususnya yang santrinya tidak sekolah formal. Karena kalau sekolah formal biasanya akan mulai bertepatan dengan tahun ajaran baru," jelasnya.

Dalam laporan yang diterimanya, sudah ada beberapa ponpes yang memulai pembelajaran sejak 5 Juni lalu. Dan untuk sisanya akan secara bertahap mulai pembelajaran hingga 13 Juli nanti bebarengan dengan mulainya tahun ajaran baru pendidikan formal. 

Ponpes pun sudah melaksanakan protokol kesehatan dan juga melengkapi fasilitas cuci tangan. Sebelum berangkat, santri juga harus membawa surat keterangan sehat dari Puskesmas. Dan setelah sampai ke ponpes, santri diharuskan untuk melakukan karantina mandiri. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. 

"Jadi nantinya setelah di pondok mereka tidak langsung pembelajaran. Tapi mereka harus dikarantina dulu. Dan untuk kapasitas asrama juga kami meminta sementara untuk dikurangi sekitar 50%. Sehingga nantinya bisa social distancing. Yang memiliki banyak santri pun pemberangkatan di jadwal secara bertahap, tidak langsung 100 persen," imbuhnya. 

Pengasuh Ponpes Al-Munawwir Gringsing, KH Sholichin Syihab didampingi Kepala SMP NU Al Munawwir, Khoiron Nafi menjelaskan, seusai Pandemi Covid-19 pihaknya sudah memulai pembelajaran.

Untuk santri tahfidz pembelajaran sudah dimulai 5 Juni lalu. Sementara untuk santri non tahfidz nantinya akan mulai masuk ke ponpes mulai 13 Juli mendatang. 

Pihaknya juga sementara mendatangkan santri secara bertahap. Baru sekitar 50% yang nantinya akan mulai berangkat di tanggal 13 Juli nanti. Dan untuk kelanjutannya pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah. 

"Kami terapkan protokol kesehatan ketat dan melengkapi sarpras. Kami juga bekerja sama dan koordinasi dengan Puskesmas Gringsing. Kami juga mengharuskan sebelum santri masuk pondok harus melakukan isolasi mandiri di rumah dan datang dengan membawa surat keterangan sehat. Dan nantinya juga di sini mereka akan menjalani isolasi dulu," pungkasnya.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar