Tak Punya Rumah Singgah, Bupati Batang Rencana Titip Anak Punk di Ponpes

  Jumat, 11 September 2020   Muslihun
Bupati Batang Wihaji menyerahkan santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan MWC NU Kecamatan Kandeman di Desa Bakalan, Jumat (11/9/2020).

BATANG, AYOBATANG.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Batang sering menggelar razia anak punk. Meski demikian, hal itu tak membuat efek jera bagi anak punk yang singgah di Kota Batang.

Keberadaan anak punk dianggap mengganggu pemandangan keindahan kota. Mereka tampil dengan baju khas anak punk yang kucel dan bau tidak sedap. 
 
\"Oleh karena itu, karena di Batang ada Ponpes bagi pecandu narkoba, kalau diperbolehkan kita ikut menitipkan anak punk,\" kata Wihaji saat hadir dalam santunan anak yatim piatu MWC NU Kecamatan Kandeman.

AYO BACA : Omzet UMKM Turun 50% di Tengah Pandemi, Pemkab Batang Ajari Jualan Online

Menurut Wihaji, maksud menitipkan anak punk ke Ponpes agar mereka bisa memperdalam ilmu agama dan tidak kembali ke jalanan serta bisa menatap masa depan.

\"Kita tidak punya rumah singgah, akhirnya kalau razia anak punk kita kembalikan ke orang tuanya dan kita kirim ke dinas sosial Provinsi,\" kata Bupati Batang Wihaji, Desa Bakalan, Kandeman, Jumat (11/9).

AYO BACA : Batang Kekurangan Ribuan Ton Jagung, Bupati Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas

Ia pun menjelaskan bahwa di Batang belum memiliki rumah singgah untuk pembinaan anak punk.

Dalam kesempatan itu, Bupati menjanjikan bantuan Rp100 juta di anggaran tahun 2021 untuk menyelesaikan Islamic center yang belum selesai di bangun.

\"Melihat Islamic center MWC NU Kandeman belum selesai, maka saya bantu di tahun anggaran 2021 sebesar Rp100 juta,\" pungkas Wihaji. 

AYO BACA : Pemuda di Batang Tolak KAMI, APNB Milih Dukung Upaya Pemerintah Tangani Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar