11 Mobil Hasil Penipuan Berhasil Diungkap Polres Batang

  Rabu, 16 September 2020   Muslihun
Kapolres Batang AKBP Edwin Louis pejabat utama Polres tunjukan barang bukti berupa kunci, STNJ dan BPKB, Rabu(16/9/2020). (Muslihun/kontributor Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Satuan reserse kriminal (Satreskim) Kepolisian Resor (Polres) Batang berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil.

Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, dari kurun waktu bulan Juli hingga sekarang mengungkap kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil.

"Dua tersangka yaitu RMK (27) warga Kaliboyo, kecamatan Tulis, Batang dan SC (39) warga desa Siberuk, kecamatan Tulis, Kabupaten Batang," unkap AKBP Edwin Louis Sengka. 

Modusnya membujuk warga dengan iming-iming menyewa mobil dengan bayaran Rp4 juta hingga Rp4,5 juta per bulan.

"Tersangka beralasan mobil itu untuk keperluan proyek PLTU Batang dengan dalih sudah dikontrak. Lalu, belasan mobil itu justru digadaikan dengan kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta," jelas Kapolres. 

Adapun 11 unit mobil yang berhasil disita antara lain tiga mobil Avanza, satu unit mobil Agya, empat mobil Xenia, dua unit Sigra dan satu unit Rush.

"Tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan  atau pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun," tegas AKBP Edwin Louis Sengka.

Pelapor, Sugiyo (42), warga kecamatan Mandokan, Kabupaten Sragen menceritakan awal mulanya kenal dengan tersangka dari temannya. Lalu, berdalih untuk proyek PLTU, tersangka menyewa mobilnya dengan bayaran tiap bulan.

"Makin lama makin tambah hingga 16 mobil, ada mobil milik tetangga saya hingg adik saya yang disewa," ucapnya.

Awalnya, pembayaran dari tersangka per bulan lancar, lalu mulai tersendat.

Curiga, Sugiyo dan pemilik mobil lain pun menelpon PLTU Batang.

"Ternyata tidak ada unit mobil yang dipinjam tersangka, digunakan PLTU. Lalu kami lapor," jelasnya.

Kini masih ada 5 mobil lagi yang belum ketemu, informasinya 2 masuk gadai dan 3 belum ketemu.

Tersangka, RMK, mengakui menjanjikan sewa per bulan dengan menunjukkan surat asuransi untuk meyakinkan korban.

"Saya pakai bukti asuransi sebagai alat untuk meyakinkan korban," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar