Kisruh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Mencuat, Ini Kata Pengamat

  Selasa, 23 Februari 2021   Fitria Rahmawati
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi. [Suara.com/F Firdaus]

TEGAL, AYOBATANG.COM - Kabar tak sedap sedang menimpa para pimpinan eksekutif di Kota Tegal. Wali Kota Tegal Dedy Yon dikabarkan tengah berseteru dengan wakilnya Muhamad Jumadi. Kabar tersebut pun mengundang reaksi dari pengamat mengenai perseteruan keduanya.

‎Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Hamidah Abdurrachman mengatakan, tindakan Jumadi tidak masuk kerja merupakan tindakan indispliner yang bisa dikenai sanksi karena melanggar ketentuan sebagai wakil wali kota.

‎"Sanksi tentu bertahap ya. Misal diberi teguran lisan, lalu teguran tertulis. Kalau berlanjut ya bisa saja wali kota mengajukan pemberhentian,"‎ kata Hamidah, Senin (22/2/2021).

‎Menurut Hamidah, alasan Jumadi tidak masuk kantor karena sejumlah fasilitas yang melekat padanya ditarik adalah alasan yang terlalu pribadi.

"Sebagai seorang pejabat negara dia harus ngantor. Kalau fasilitas ditarik beda soal. Kalau ada persolaan pribadi ya silakan diselesaikan. Kalau dia tidak ada fasilitas kan bisa berangkat. Dia harus bisa menunjukkan tanpa fasilitaspun tetap bisa bekerja dengan baik, tidak bergantung sama fasilitas saja," tandasnya.

Hamidah melihat selama ini hubungan Jumadi dengan Wali Kota Tega Dedy Yon Supriyono tidak ada masalah. Namun dengan adanya penarikan fasilitas yang ada pada Jumadi sebagai wakil wali kota maka patut menimbulkan tanda tanya.

"Selama ini saya melihat hubungan keduanya baik. Wakil wali kota diberi ruang yang cukup luas. Kalau tiba-tiba sampai ditarik ya memang tanda tanya, ada apa? Tapi di luar itu, seandainya dia tidak masuk kerja ya bisa dianggap melakukan tindakan indispliner‎," ujarnya.

Seperti diberitakan, konflik antara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya Muhamad Jumadi mencuat. Jumadi diketahui sudah beberapa hari tidak masuk kerja tanpa alasan jelas. Keberadaannya juga tidak diketahui.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal Johardi mengungkapkan, Jumadi sudah tidak masuk kantor sejak 11 Februari 2021 atau sudah 11 hari.

Dari pihak Jumadi mengatakan pihaknya masih terus melaksanakan tugas negara, bahkan masih menemui tamunya di rumah dinas. Ia  mengaku semua fasilitasnya ditarik tanpa alasan yang jelas. Kabar alasan penarikan tersebut belum terkonfirmasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar